SAUMLAKI, FordataNews.com – Warga Desa Wowonda, Kecamatan Tanimbar Selatan, diguncang temuan mengerikan.
Sesosok jasad manusia yang sudah berubah menjadi kerangka tergeletak di tengah semak-semak, Rabu (10/12/2025).
Bau busuk menyengat yang tercium warga menjadi petunjuk awal sebelum potongan tulang-belulang terlihat jelas di balik rimbunan rumput liar.
Temuan ini langsung mengirim alarm keras ke Polres Kepulauan Tanimbar. Kondisi jasad yang masih terbungkus pakaian namun telah membusuk total, mengindikasikan korban telah lama dibiarkan mati tanpa pernah ditemukan.
Laporan warga menyebutkan kerangka ditemukan dalam keadaan mengenaskan.
Tengkorak utuh, tulang berserakan, dan posisi tubuh yang tidak wajar. Situasi ini membuat polisi tidak lagi sekadar menganggapnya sebagai kasus kematian biasa.
Piket SPKT dan tim identifikasi bergerak cepat mengisolasi lokasi. Wakapolres Kepulauan Tanimbar, Kompol Emus Minanlarat, menegaskan keseriusan penyelidikan.
“Kami tidak mengambil enteng kasus ini. Begitu laporan masuk, tim langsung turun untuk memastikan setiap detail di TKP,” ujarnya tegas.
Kerangka korban dievakuasi ke RSUD dr. P. P. Magretti untuk dilakukan pemeriksaan Visum et Repertum.
Pemeriksaan ini krusial untuk mengungkap identitas, jenis kelamin, estimasi usia, hingga dugaan penyebab kematian.
Identitas korban hingga kini misterius. Kondisi tubuh yang sudah menjadi rangka membuat polisi harus mengandalkan analisis forensik mendalam. Namun aparat tidak menutup mata atas potensi tindak pidana.
Sumber internal kepolisian menyebut, posisi kerangka dan kondisi pakaian korban menjadi salah satu faktor yang ikut dianalisis sebagai kemungkinan adanya “campur tangan manusia”.
Kompol Minanlarat mengimbau masyarakat segera melapor jika merasa kehilangan anggota keluarga.
“Kami butuh data pembanding. Siapa pun yang kehilangan kerabat dalam beberapa waktu terakhir, segera datang ke Polres. Kami juga berkoordinasi dengan Dinas Sosial jika identitas korban tak kunjung ditemukan,” jelasnya.
Dengan temuan kerangka yang mencurigakan dan sejumlah kejanggalan di TKP, penyelidikan polisi kini mengarah pada tiga fokus utama yakni, mengungkap identitas korban, menentukan waktu kematian, dan menelusuri dugaan keterlibatan pihak lain.
Polisi memastikan kasus ini tidak akan dibiarkan menggantung. Setiap serpihan tulang, setiap sobekan pakaian, dan setiap jejak di tanah kini menjadi petunjuk penting dalam mengungkap apa yang sebenarnya terjadi di Wowonda.
Baca Juga :
Wakapolres Kepulauan Tanimbar Saksikan Pemusnahan Barang Bukti dari 22 Kasus Pidana
Wakapolres Kepulauan Tanimbar Saksikan Pemusnahan Barang Bukti dari 22 Kasus Pidana
Apakah ini kematian biasa atau ada kejahatan yang selama ini tersembunyi? Kita tunggu hasil penelusuran kepolisian. (*)






