banner 728x250

GMKI Mengabdi di Lembah Waetina

 (Catatan Dari Selatan Pulau Buru)

SETELAH  1 malam berlayar diatas amukan gelombang musim timur yang menggelisahkan batin, rombongan anak-anak muda dari Ambon itu pun tiba di Pelabuhan Namrole, Selasa (13/08/2025)

Langkah mereka pun kian menjauh dari pusat kota menuju dusun Waetina nan sepi di pinggiran Namrole.

banner 325x300

Dibawah lembah hijau tempat angin gunung dan sepoi amis laut menggelidingkan udara sejuk yang merontokan kelentikan bulu mata.

Tangan-tangan terampil Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Cabang Ambon mulai menabur benih pengabdian diatas tanah belahan selatan Pulau Buru.

Benih itu berbentuk kerja-kerja nyata tanpa pamrih kepada masyarakat dusun Waetina selama 4 hari dalam serangkaian kegiatan diantaranya pemeriksaan kesehatan gratis, penanaman anakan tanaman umur panjang hingga GMKI Mengajar.

–Baca Juga– GMKI Ambon Temukan Sejumlah Kejanggalan Dalam Seleksi Kepsek SMA-SMK Maluku.

GMKI Ambon Temukan Sejumlah Kejanggalan Dalam Seleksi Kepsek SMA-SMK Maluku.

Ada pula 340 anakan tanaman umur panjang dan pendek seperti Cengkeh, pala, durian, mangga maupun persemaian anakan cabe yang telah ditanam dan diberikan kepada masyarakat dusun Waetina.

Penanaman secara sombolis anakan pohon Cengkih, Pala, Durian dan Mangga oleh Ketua GMKI Cabang Ambon Apriansa Atapari, Kepala Dusun Waetina Harol Tomanussa, Ketua Majelis Jemaat GPM Eben Haezer, Waetina. Pdt Ny Sherly Maelissa. Minggu 17 Agustus 2025.(Dok-Fordatanews.COM).

Dalam kehadirannya itu, GMKI turut membantu panitia pembangunan gedung gereja GPM Eben Haezer, Waetina untuk mencetak batako sebanyak 3000 buah.

GMKI juga menggelar aneka lomba memeriahkan perayaan 80 Tahun Kemerdekaan Indonesia untuk kategori anak dan umum. Berupa lomba gigi kerupuk, lompat karung, duduk botol.

GMKI MENGAJAR

Untuk kegiatan GMKI Mengajar dilakukan pada SD 6 Negeri Namrole. Kader-kader GMKI berjibaku didepan kelas untuk memberi pengajaran kepada pada siswa di sekolah itu.

Selain itu, GMKI memberi pengenalan dan pelatihan komputer khususnya program microsoft word dan excell kepada anak-anak di dusun kecil itu.

Berbagai sosialisasi pun dikemas secara kreatif oleh kader korps “Ut Omnes Unum Sint” ini guna menambah wawasan dan membangun kesadaran.

Rangkaian kegiatan GMKI mengajar selama 4 hari pengabdian di dusun Waetina. (DOK-Fordatanews.COM).

Aneka sosialisasi itu yakni sosialisasi pola hidup sehat dan bersih. sosialisasi ekonomi kreatif, hingga sosialisasi perlindungan anak dan perempuan terhadap kekerasan seksual.

Tak hanya sekedar hadir dan mengabdi, diakhir kehadirannya ini, akan ada Kajian GMKI yang disampaikan langsung kepada Pemerintah Daerah Buru Selatan sebagai masukan.

— Baca Juga — Anderson Palinussa, Guru Besar Dari Pelataran Kepemudaan Maluku

Anderson Palinussa, Guru Besar Dari Pelataran Kepemudaan Maluku

KEHADIRAN GMKI BERI DAMPAK POSITIF

Zefanya Tomanussa, warga dusun Waetina sangat berterima kasih dan memberi apresiasi atas kehadiran GMKI, Minggu (17/08/2025).

Menurutnya GMKI memberi dampak positif bagi masyarakat Dusun Waetina / Kawalale.

“Kami merasakan hadirnya GMKI sangat bagus, selain melakukan banyak kerja-kerja nyata, mereka juga bisa dengan cepat menyesuaikan diri dengan masyarakat disini” ungkapnya.

Dirinya menilai semua kegiatan yang dilakukan berdampak positif, terutama Sosialisasi perlindungan anak dan perempuan karena memberi informasi yang bagus sekaligus menambah pengetahuan.

” Untuk sosialisasi perlindungan anak dan perempuan itu sangat bagus, mereka memberi pembelajaran khususnya untuk kita yang laki-laki ini agar tidak boleh semena-mena terhadap perempuan dan anak. Terutama kekerasan seksual kepada anak” Sebutnya.

Dirinya juga meminta agar Pemda Bursel mendukung program-program nyata seperti yang telah dilakukan oleh GMKI.

“Selama ini tidak ada program semacam ini yang dibuat oleh pemda, yang langsung menyentuh masyarakat dusun Waetina. Pemda harus dukung mereka” jelasnya.

Dirinya juga memberi saran agar kedepannya Pemda membangun kerjasama dengan pihak Kampus supaya ada program Mahasiswa KKN yang masuk di Buru Selatan.

Sementara itu Kepala Dusun Waetina, Harol Tomanussa memandang baik kehadiran GMKI. Sebab langsung bersentuhan dengan masyarakat dan Jemaat.

Mengenai program yang telah dibuat, dirinya menilai itu sangat baik.

“Demi masyarakat dan jemaat, saya harus katakan kita merasa sangat terbantu dengan kehadiran GMKI” ungkapnya

Dia juga menyarankan kegiatan seperti ini alangkah baiknya disesuaikan dengan keadaan alam.

” Jangan datang di musim timur , bagusnya musim panas September-Oktober” sarannya.

Diakuinya ada semangat positif yang ditularkan oleh GMKI kepada anak-anak dusun Waetina.

“Kita apresiasi karena lewat kegiatan ini anak-anak di Dusun Waetuna sangat termotivasi dengan kehadiran GMKI” akunya.

BIARLAH INI JADI TANDA MATA 

Dibawah rinai hujan yang jatuh di lembah Waitina, GMKI Cabang Ambon selama 4 hari sudah melakukan pengabdiannya.

Disamping kanan mata jalan simpang tiga dusun itu telah berdiri tugu kecil yang menambatkan prasasti Pengabdian GMKI Cabang Ambon.

Prasasti Pengabdian GMKI Cabang Ambon yang kini tengah berdiri di Dusun Waetina.(17/08/2025).

 

Dalam acara penyerahan Prasasti itu, Ketua GMKI Cabang Ambon Apriansa Atapary menyampai ucapan terimakasih atas sambutan yang diberikan oleh masyarakat Waetina.

” Kami atas nama GMKI cabang ambon menyampaikan banyak terima kasih atas kebaikan yang diberikan kepada kami selama berproses kurang lebih hampir 5 hari di sini” Kata Atapary, Minggu (17/08/2025).

Menurutnya prasasti itu jadi tanda mata sekaligus peringatan bahwa GMKI pernah menginjakkan kaki dan melakukan kegiatan pengabdian di dusun Waitina Buru Selatan.

Diakuinya pengabdian di Waitina adalah kenangan terbaik.

” Ini bukan apa-apa tapi lebih daripada itu, kami mengupayakan semua yang terbaik yang kami bisa untuk kebaikan masyarakat di Dusun Waetina ini ,yang akan terus kami upayakan dan akan menjadi kenangan terbaik buat kami juga” Ucapnya.

Dia menyebut antusiasme masyarakat sangat baik selama pihaknya melakukan kegiatan.

” Ketika kami meninggalkan Buru Selatan ini adalah kisah baik yang diberikan oleh masyarakat di sini serta jemaat di sini kepada kami , dengan begitu maka biarlah tanda mata ini bisa tertinggal di sini. kapan-kapan kalau katong punya adik-adik bersaudara ada datang di sini belum pernah lihat bahwa GMKI pernah ada di sini” sebutnya dengan nada sentimentil.

Selain mengucapkan terimakasih, dirinya atas nama GMKI mendoakan agar dusun Waetina terus berkembang dan melahirkan generasi- generasi yang berhasil

” Saya tidak bisa membalas kebaikan daripada bapak dusun dan ibu Pendeta, tapi Yesus kristus sebagai sang kepala gerakan akan terus menyertai dusun ini dan dusun ini akan jadi menghasilkan orang-orang yang berhasil ke depan itu saja, selamat sore dan shalom” Tutupnya dibawah guyuran rinai hujan musim timur belahan selatan Pulau Buru.

Sebelumnya, Kegiatan GMKI Mengabdi 2025 yang dipusatkan pada dusun Waetina, Kecamatan Namrole Buru Selatan ini, telah dibuka secara resmi oleh Asisten I Herry Wamese, Rabu (14/08/2025).

Secara keseluruhan ada 91 orang kader organisasi yang didirikan oleh Pahlawan Nasional Dr Johanes Leimena yang terlibat dalam kegiatan ini.

Direncanakan, Selasa pagi (18/08/2025), mereka akan kembali ke Ambon setelah menuntaskan semua agendanya di dusun Waetina.

Kegiatan tahunan GMKI ini sudah berlangsung lama, namun baru kali ini ada di Buru Selatan.

Selamat Jalan GMKI, Iko Gosgosa ee seperti sudah termaktub pada Gapura berwarna kuning yang berdiri diujung dusun Waetina itu.

Tinggi Iman, Tinggi Ilmu, Tinggi Pengabdian.

Ut Omnes Unum Sint, Itulah Amsal Kita.(*)

banner 325x300