Jakarta,Fordatanews.com _ Asap hitam dari ban bekas yang hangus terbakar, membumbung tinggi di depan Gedung SKK Migas, Jakarta, Selasa (24/02/2026.
Ratusan massa Aliansi Perjuangan Keadilan Rakyat Tanimbar mengadukan nasib masyarakat asli yang termarginalkan.
—- Baca Juga : Pemerintah Serahkan Dokumen AMDAL Blok Masela, Inpex Siap Tempur
— Juga : KNPI Minta Inpex Perhatikan Hak-Hak Masyarakat Lokal
Dari atas mobil komando, pokok-pokok seruan perlawanan disuarakan oleh Aliansi Perjuangan Keadilan Rakyat Tanimbar.
Mereka melihat Proyek Strategis Nasional (PSN) LNG Blok Masela belum berpihak kepada masyarakat asli kepulauan berjuluk “Doan Loat” itu.
Massa meminta pihak Inpex menghormati dan menghargai masyarakat adat Tanimbar.
Mereka juga mendesak SKK Migas agar memanggil pihak Inpex Masela dan menegur keras atas berbagai persoalan yang terjadi di Tanimbar.
Inpex pun diduga memainkan politik devide et impera.
” kami menduga kuat mereka memainkan politik adu domba-sehingga berbagai dinamika sosial yang terjadi ditengah Masyarakat belum dapat diatasi dengan baik, sebagai Masyarakat Tanimbar kami merasa pihak investor tidak menghargai nilai-nilai adat dan budaya Masyarakat Tanimbar” Ungkap Koordinator Aksi Simon Batmomolin.
Menurutnya, Situasi ini, jika dibiarkan, berpotensi menciptakan diskriminasi antara Putera Daerah Anak Asli Tanimbar, Hak Ulayat dan Hak Tanah Adat diabaikan.
Dampaknya akan ada ketimpangan sosial, memicu konflik horizontal antara sesama anak Tanimbar, dan melanggengkan praktik eksploitasi sumber daya alam tanpa keberpihakan yang nyata pada kesejahteraan masyarakat setempat.
SKK MIGAS JANJI TINDAK LANJUT TUNTUTAN
Setelah aksi ini berlangsung kurang lebih selama 3 jam, Pihak SKK Migas berkenan menemui para perwakilan aliansi.
Melalui Kepala Divisi Prokom, Heru dan Kepala Departemen humas, Hadariat. Pihak SKK Migas menegaskan akan segera memanggil pihak Inpex.
” Kami akan segera memanggil pihak Inpex untuk menyelesaikan persoalan di Tanimbar ” Tegas Heru, Kadiv Prokom SKK Migas.
Selain itu SKK Migas menyatakan memberi apresiasinya terhadap tuntutan aliansi, sebab persoalan yang dihadapi saat ini harus segera diselesaikan demi kesuksesan PSN Blok Masela.
TIGA TUNTUTAN ALIANSI
Adapun yang menjadi tuntutan Aliansi Perjuangan Keadilan Rakyat Tanimbar antara lain :
1. Menghormati dan menghargai masyarakat adat Tanimbar. Mendesak SKK Migas agar memanggil inpex masela dan menegur keras atas berbagai persoalan yang terjadi di Tanimbar, hal tersebut kami menduga kuat mereka memainkan politik adu domba-sehingga berbagai dinamika sosial yang terjadi ditengah Masyarakat belum dapat diatasi dengan baik, sebagai Masyarakat Tanimbar kami merasa pihak investor tidak menghargai nilai-nilai adat dan budaya Masyarakat Tanimbar.
2. Mendesak SKK Migas untuk tidak melibatkan pemerintah daerah dalam urusan cawe-cawe interfensi pekerjaan kontraktor dan sub- kontraktor. Hal tersebut kami menduga kuat ada kong-kali kong antara pemerintah daerah kabupaten kepulauan Tanimbar dengan pihak staff Inpex bahkan pimpinan inpex sendiri dalam hal membentuk lembaga aliansi pengusaha lokal yang nantinya tidak melibatkan pengusaha-pengusaha asli anak Tanimbar baik dari Tanimbar, Ambon, maupun di Jakarta yang dihalangi dan tidak di ikut sertakan dalam proyek tersebut.
3. Mendesak adanya partisipasi dan ketelibatan pengusaha lokal di Blok Masela. Keterlibatan ini menjadi bagian penting sebagai bentuk keberpihakan inpex Masela dalam pemberdayaan dan peningkatan ekonomi lokal. Sehingga masyarakat asli Tanimbar dapat merasakan dampak ekonomi dari keberadaan Inpex Masela di Tanimbar.(*)






